Ada Rencana Travel Bubble Antara Singapore dan Hongkong
Di publikasikan oleh Admin Pada Tanggal 30 Oktober 2020
Ada Rencana Travel Bubble Antara Singapore dan Hongkong - Awal bulan Oktober, Kedua negara sepakat untuk membuat 'Travel Bubble' yang memungkinkan penduduk kedua negara melakukan perjalanan secara bebas dan tanpa harus melakukan karantina mandiri.
Sejak Maret, Hongkong dan Singapore telah menutup perbatasan mereka dengan ketat. Penduduk kedua negara tidak dapat melakukan perjalanan dan karantina ketat telah diberlakukan, serta pengunjung jangka pendek telah dilarang. Hingga akhirnya pemerintah Hongkong dan Singapore sepakat akan mengembalikan perjalanan antar kedua negara karena berhasil mengontrol kasus Covid-19 di negara masing-masing.
Saat ini belum ada kabar pasti kapan kedua negara menerapkan 'Travel Bubble' mereka. Dilansir dari The BusinessTime, Kepala Eksekutif Hongkong - Carrie Lam berharap bahwa kebijakan tersebut dapat dimulai pada bulan November. Yang pasti 'Travel Bubble' ini berlaku untuk semua tujuan perjalanan antar dua negara termasuk perjalanan wisata. Calon pelancong wajib memberikan hasil tes PCR negatif serta tidak perlu melakukan karantina mandiri.
Meskipun tidak perlu melakukan karantina mandiri, calon pelancong harus sudah berada di Hongkong atau Singapore selama 14 hari sebelum melakukan perjalanan. Selain itu akan ada kuota untuk jumlah orang yang dapat melakukan perjalanan antara Singapore dan Hongkong, tetapi kuota tersebut akan ditambah seiring dengan berjalannya waktu.
Singapore sebelumnya sudah memiliki pengaturan perjalanan dengan sejumlah negara lain, tetapi sejauh ini tidak ada untuk tujuan berlibur. Di negara lain, 'Travel Bubble' sedang disiapkan antara London dan New York serta Australia dan Selandia Baru. Jepang juga menciptakan 'Travel Bubble' dengan beberapa wilayah Asia. Namun semua pengaturan itu lebih dibatasi daripada 'Travel Bubble' Singapore-Hongkong yang diusulkan.