Setelah sarapan pagi dan check out, Anda akan mengunjungi Punakha Dzong, yang dibangun pada tahun 1637 dan pernah menjadi Pusat Keagamaan dan Administrasi Bhutan, yang terletak di persimpangan Sungai Phochu dan Mochu. Perjalanan kemudian dilanjutkan menuju Paro, yang merupakan melintasi Dochu-la, lembah Wang Chhu dan sungai Paro Chhu. Lembah Paro yang indah merangkum kekayaan budaya, keindahan alam, dan ratusan mitos serta legenda. Paro adalah rumah bagi banyak kuil dan biara tertua di Bhutan, Museum Nasional, dan satu-satunya bandara internasional di negara ini. Gunung Chomolhari (7.314 m) menjulang tinggi dengan kemegahan putihnya di ujung utara lembah, dan air gletsernya mengalir deras melalui ngarai yang dalam membentuk Pa Chhu (Sungai Paro). Paro juga merupakan salah satu lembah tersubur di Kerajaan, menghasilkan sebagian besar beras merah yang terkenal di daerah tersebut dari sawah teraseringnya. Setelah makan siang, Anda diajak mengunjungi Ta Dzong, yang awalnya dibangun sebagai Menara Pengawal, yang sekarang menjadi Museum Nasional. Koleksi yang luas meliputi lukisan thangkha antik, tekstil, senjata & zirah, barang-barang rumah tangga, dan beragam artefak alam dan sejarah. Dilanjutkan dengan berjalan kaki singkat untuk mengunjungi Rinpung Dzong (Paro Dzong), yang memiliki sejarah panjang dan menarik. Di sepanjang galeri kayu yang berjajar di halaman dalam, terdapat lukisan-lukisan dinding indah yang menggambarkan kisah-kisah Buddhis seperti empat sahabat, lelaki tua yang panjang umur, roda kehidupan, kisah-kisah dari kehidupan Milarepa, Gunung Sumeru, dan mandala kosmik lainnya. Sebelum kembali ke hotel, Anda akan diajak untuk berjalan-jalanlah di sekitar jalan utama Paro dan pasar lokal. Bermalam di Paro
| Makan Pagi, Makan Siang, Makan Malam | Bus |