Responsive image

For Info & Inquiries
+6285954487807

Responsive image

Destinasi Populer Jepang Overcrowded Turis, Ini Dia Alternatifnya

Di publikasikan oleh Admin Pada Tanggal 16 Februari 2024
Responsive image

Destinasi Populer Jepang Overcrowded Turis, Ini Dia Alternatifnya - Setelah dibuka kembali pada tahun 2022, pariwisata Jepang mengalami pemulihan yang mengesankan. Pada tahun 2023, jumlah wisatawan di Jepang telah mencapai 96% dari angka sebelum pandemi pada tahun 2019. Namun, tantangan besar muncul seiring pertumbuhan yang cepat.
 
Over-tourism menjadi tantangan utama pada tahun 2023. Dalam empat bulan berturut-turut sejak September 2023, Jepang menyambut lebih dari 2 juta pengunjung internasional. Hal ini menimbulkan masalah, salah satunya di Gunung Fuji dengan kekhawatiran akan polusi, keselamatan, dan kemacetan lalu lintas.
 
Over-tourism tidak hanya tentang jumlah pengunjung, tetapi juga konsentrasi mereka di wilayah tertentu. Kementerian Pariwisata menyoroti perlunya menyebarkan pariwisata ke tempat-tempat yang lebih sepi agar meringankan beban pada destinasi ramai seperti Tokyo, Gunung Fuji, dan Kyoto. Berikut rekomendasi destinasi wisata alternatif dari destinasi wisata populer yang tidak kalah serunya! Simak info di bawah ini ya!
 
1. Gunung Takao : Tidak Kalah dengan Gunung Fuji
Ternyata, di balik megah dan gemerlapnya, kota Tokyo punya keindahan alam yang memikat di Gunung Takao. Lokasinya dapat dijangkau dari pusat kota Tokyo dalam waktu 50 menit saja.
 
Pemandangan malam dari observation deck Gunung Takao disebut-sebut sebagai salah satu yang terbaik di Jepang. Dari deck yang berada di ketinggian 400 meter ini bisa terlihat pegunungan Nikko dan Chichibu, kawasan metropolitan Tokyo lengkap dengan ikon wisata Tokyo Tower dan Tokyo Skytree, hingga kota Kamakura-Enoshima. Dari puncak gunung setinggi 599 meter, bisa terlihat Gunung Fuji, bahkan di siang hari yang cerah bisa terlihat barisan pegunungan Tateyama.
 
Ada berbagai cara menarik untuk mencapai puncak atau observation deck. Delapan jalur hiking siap menjadi tantangan bagi pengunjung, sementara yang mencari kenyamanan dapat memilih naik cable car atau chair lift yang membawa langsung ke observation deck dalam waktu kurang dari 15 menit. Fakta menariknya, cable car di Gunung Takao memiliki kemiringan 31 derajat, menjadikannya kereta gantung tercuram di Jepang!
 
2. Kanazawa : Little Tokyo Tanpa Keramaian
Kanazawa, kota di Prefektur Ishikawa yang berjarak sekitar 473 km dari Tokyo, adalah bekas kota kastil di zaman Edo. Kota ini berhasil mengabadikan warisan budaya dan seni dalam arsitektur tradisionalnya, menjadikannya tandingan destinasi populer Kyoto. Meskipun semakin populer, jumlah pengunjung Kanazawa tetap lebih rendah dibandingkan Kyoto, memberikan kesempatan untuk menikmati perjalanan yang tenang dan santai.
 
Sebagai saingan Gion District di Kyoto, Higashi Chaya District di Kanazawa menawarkan pengalaman bersama Geisha yang lebih akrab. Di sini, wisatawan dapat berinteraksi dan berbincang santai dengan Geisha di kedai teh tradisional. Kanazawa juga memiliki keajaiban alamnya sendiri di Kenrokuen Garden. Disebut sebagai salah satu dari tiga taman terbaik di Jepang, taman ini menawarkan pemandangan indah yang tak terlupakan. Selain itu, wisatawan bisa menjelajahi sejarah di Distrik Samurai Nagamachi, tempat tinggal para prajurit samurai yang terjaga baik hingga kini.
 
Dengan stasiun Bullet Train-nya sendiri, Stasiun Kanazawa memudahkan akses wisatawan dari kota-kota besar seperti Tokyo dan Osaka. Jaringan bus lokal yang efisien memastikan perjalanan yang mudah ke destinasi-destinasi menarik.
 
3. Pantai Wakayama : Alternatif Eksotis Okinawa
Wakayama, sebuah surga pantai tersembunyi dan hanya berjarak sekitar 100 km dari Osaka. Dengan keindahan pantai, resort mewah, hotel tradisional & onsen yang memikat, Wakayama adalah tempat ideal untuk relaksasi dan bersantai dan menjadikannya alternatif yang sempurna dari pantai Okinawa.
 
Salah satu pantai terbaiknya adalah Pantai Shirarahama, yang terkenal dengan pasir putih dan panorama laut zamrudnya, dapat dengan bangga dibandingkan dengan keindahan Pantai Waikiki Hawaii. Terletak di Semenanjung Kii, Pantai Shirarahama dapat ditempuh sekitar 2,5 jam dari Osaka dengan mobil.
 
Selain aktivitas klasik seperti berjemur, snorkeling, berenang, dan berselancar, Pantai Shirarahama menawarkan pengalaman yang istimewa. Musim panas tanpa kembang api? Tidak lengkap. Dan setelah lelah bermain di pantai, berendam di pemandian air panas adalah penutup yang sempurna.
 
Jangan lewatkan kunjungan ke Pasar Toretore, salah satu pasar ikan terbesar di Jepang. Di sini, nikmati hasil tangkapan laut segar dengan restoran yang menyajikan sashimi, rice bowl, dan hidangan lezat lainnya. Para pedagang yang bersemangat juga akan memberikan rekomendasi terbaik untuk makan malam atau barbeque di tepi pantai
 
4. Fukuoka : Kota Kecil dengan Potensi Besar
Bagaimana jika ada kota lain yang memiliki segala sesuatu yang ditawarkan kota metropolitan seperti Tokyo dan Osaka? Fukuoka — inilah tempatnya. Fukuoka adalah hidden gem yang sering luput dari perhatian, terutama jika dibandingkan dengan kota-kota seperti Tokyo atau Osaka. Namun, Fukuoka adalah kota dengan potensi pertumbuhan yang besar, dan memiliki banyak hal yang bisa ditawarkan, hampir sama dengan Tokyo dan Osaka.

Fukuoka adalah kota kecil yang menyediakan semua yang ditawarkan kehidupan kota besar; jaringan transportasi umum yang luas yang mencakup kereta bawah tanah dan bus, kehidupan malam yang semarak, dan sejumlah distrik perbelanjaan yang memiliki semua yang dibutuhkan. Namun, memiliki semua ini tidak berarti harus terpisah dari alam. Selain daya tarik perkotaannya, kota Fukuoka juga memiliki cukup banyak taman dan atraksi alam. Kota ini juga memiliki pantai sejauh mata memandang.
 
Di Fukuoka hampir semua destinasi dapat ditempuh dalam waktu singkat, sehingga wisatawan memiliki lebih banyak waktu untuk berwisata. Selain itu, dengan jumlah penduduk hanya sekitar 12% dari penduduk Tokyo, Fukuoka juga menyediakan lebih banyak ruang dan biaya konsumsi di sini cenderung lebih murah. Cuaca di Fukuoka secara umum lebih hangat dan sangat jarang turun salju, sehingga wisatawan bisa menikmati beberapa tempat liburan alam sepanjang tahun.
 
5. Appi Kogen : Resort Ski Antimainstream
Jika Hakuba atau Niseko sudah menjadi tempat wajib bagi penggemar ski, cobalah melirik Appi Kogen di prefektur Iwate. Meski mungkin belum begitu terkenal di kalangan wisatawan asing, resort ski yang terletak sekitar 580 km dari Tokyo ini menawarkan pengalaman bermain ski yang tak kalah menarik. Jarak Appi Kogen yang dapat dijangkau dengan Bullet Train dan kereta lokal dalam waktu 3,5 jam dari Tokyo membuatnya menjadi pilihan tidak biasa bagi pecinta ski.
 
Appi Kogen membanggakan kualitas salju premium yang setara dengan yang ada di Hokkaido, namun dengan suasana yang lebih tenang dan tidak sesibuk resor ski terkenal lainnya. Pengunjung jadi lebih bebas menikmati musim dingin dengan santai.
 
Bagi yang belum berpengalaman ski atau snowboarding, tersedia kelas khusus untuk memberikan panduan. Namun, jika tidak ingin bermain ski, Appi Kogen juga menawarkan berbagai aktivitas lain seperti snowshoeing, trekking alam, pemandian air panas, dan bahkan karaoke. Bagi keluarga dengan anak kecil, Appi Kogen memiliki Appi Happy Snow Park, area ramah anak dengan berbagai kegiatan seperti snow tubing, sled, dan bermain salju.
 
6. Gokayama : Kawan Menawan Shirakawago
Shirakawago, destinasi favorit dengan rumah petaninya yang ikonik, ternyata punya kawan di lokasi yang tidak terlalu jauh, yaitu Gokayama. Terletak hanya 10 km dari Shirakawago, Gokayama menyajikan pemandangan desa yang tidak kalah indahnya, dan juga dinobatkan sebagai Situs Warisan Budaya Dunia UNESCO. Perjalanan ke Gokayama dapat ditempuh dari Nagoya dalam waktu 3,5 jam dengan mobil. Pengunjung yang datang dari Tokyo atau Osaka bisa naik Bullet Train sampai Shin-Takaoka Station, lalu dilanjutkan dengan bus lokal.
 
Gokayama terdiri dari dua desa, Suganuma dan Ainokura. Keduanya menawarkan suasana yang lebih tenang dan jarang dikunjungi dibandingkan Shirakawago. Ukurannya yang lebih kecil memberikan pengunjung keistimewaan untuk menikmati pemandangan tanpa kepadatan wisatawan.
 
Meskipun sedikit lebih terpencil, Gokayama tetap populer, dan banyak bus wisata datang berkunjung. Untuk pengalaman yang lebih berkesan, pengunjung bisa menginap di lingkungan pedesaan yang menawan. Pada malam dan dini hari, desa ini nyaris terasa seperti milik pribadi, memberikan pengalaman yang tak terlupakan

Share On:

Daftar Newsletter

Jadilah orang pertama yang mendapatkan informasi diskon dan penawaran menarik